Parkour Jakarta

Parkour Jakarta

ParkourJKT  //  Parkour Jakarta is one of Parkour Indonesia's sub-groups. This group is created for those of you who live, work, study, or even on a vacation in Jakarta to practice and learn parkour together. So, what are you waiting for? Join us, jam with us, and free yourself!

Contact us at parkourjakarta[at]gmail.com

Feb 2 / 8:41am

Parkour Generations Women's WOD Series

For those of you who didn't know, WOD stands for Workout Of the Day. Happy training, girls!

Jan 29 / 9:02pm

[Video] Sunday Class - Gong Xi Fa Cai Edition

January 22, 2012 - A day before Chinese New Year, we decided to give our regular class a little twist. We're training with red dresscode! Everybody seems enjoying the training and giving good energy during the class. Before we got dismissed, we gave out some "special hong bao" to our practitioners. Xin nian kuai le!

Filed under  //  Videos  
Jan 29 / 8:57pm

[Video] Painting and assembling our portable obstacle

January 8, 2012 - We managed to have a special afterclass session. It's assembling our own portable obstacle. It's been raining for all almost our whole practice session but apparently those who joined our class remains excited until the end. Thank you for helping us assembling our portable obstacle, we hope all these tools can help and facilitate us to share more about parkour to you. Cheers!

Filed under  //  Videos  
Nov 29 / 9:44am

Kenal dgn penderita bibir sumbing atau katarak? Ayo bantu mereka dgn memforward informasi ini

Dear friends,

Jika ada kerabat, saudara, teman, atau siapapun yang kamu kenal namun menderita bibir sumbing atau katarak, YAYASAN HAYANDRA PEDULI oleh dr. Karina F. Moegni membuka lebar bagi keluarga yang tidak mampu untuk dibebaskan atas biaya operasi.

Syarat:

  1. Fotokopi KTP
  2. Fotokopi Kartu Keluarga
  3. Surat keterangan tidak mampu dari RT
  4. foto penderita

Segera kirimkan berkasnya dengan menghubungi Ridwan/Ridi 0812 8625 3995 atau dapat dikirimkan melalui lampiran email ke parkourjakarta@gmail.com. Berkas diharapkan diserahkan sebelum pertengahan Desember untuk diproses lebih lanjut.

Terimakasih. Etre fort pour etre utile!

Oct 2 / 3:25pm

Jump Bandung #1. Sebuah dokumenter pendek kolaborasi Parkour Bandung dan GD Studio

Semoga video dokumenter singkat ini dapat memberi gambaran bagi teman-teman mengenai seperti apa latihan parkour dan bagaimana sejarahnya.

Video di atas diupload di Youtube dan mendapatkan banyak sekali respon positif tidak hanya dari teman-teman di Indonesia, tapi juga dari luar Indonesia. Salah satunya dari user dengan nama WestLondonParkour yang sedikit menambahkan informasi tentang sejarah parkour. Demikian katanya:

parkour was made a discipline in 1895 by georges hebert for the french marines and parisian fire dept under the name "l'art du deplacement". in the 1970s, raymond belle used it as a tool and taught it to his son david, who turned it into an art by the 1980s. "Parkour" is the >international< version of the word "parcours", meaning a journey or a trip, or to traverse something; it has no literal english translation. sebastien "created" freerunning parallel with parkour, not as part of it.

terjemahan >>>

Parkour berawal dari sebuah disiplin yang ada pada tahun 1895 yang digunakan oleh seseorang bernama Georges Hebert untuk pelatihan marinir Prancis dan pemadam kebakaran Kota Paris. Saat itu disiplin ini dikenal dengan nama "l'art du deplacement". Pada tahun 1970an, Raymond Belle menggunakannya sebagai disiplin yang dapat diaplikasikan dan mengajarkannya pada anaknya, David Belle, yang kemudian menjadikannya sebuah seni pada tahun 1980an. Parkour sebenarnya adalah versi internasional dari kata "parcours", yang berarti sebuah perjalanan atau perpindahan; tidak ada terjemahan langsung di Bahasa Inggris. Sebastian Foucan memperkenalkan freefunning yang parallel dengan parkour, bukan sebagai bagian dari parkour.

Tambahan informasi dari WestLondonParkour ini tentu hanya segelintir sejarah singkat tentang parkour. Mungkin beberapa teman-teman sudah mengetahui mengenai sejarah parkour. Namun tidak ada salahnya agar kita terus menambah referensi yang kita ketahui. Demi pemahaman parkour yang menyeluruh dan menjaga semangat parkour yang kita miliki saat ini.

Filed under  //  Documentary  
Oct 2 / 2:59pm

Dokumentasi Video Jamming Nasional 2010 Parkour Indonesia

Momen ngumpulnya para praktisi parkour nasional. Acara tahunan ini dilaksanakan selama tiga hari. Selama tiga hari itu peserta Jamnas melakukan kegiatan jamming parkour bersama, diskusi, senang-senang, foto-foto, makan-makan, ngeceng-ngeceng, dll. Kota Bandung berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jamnas tahun 2010. Saat itu panitia berhasil mengajak dua orang praktisi parkour dari Inggris, Stephane dan Thomas, untuk berbagi seputar pengalaman mereka berlatih parkour sekaligus mengenalkan sedikit metode-metode latihan yang mereka gunakan di tempat mereka melatih.

Filed under  //  Jamnas  
Jul 22 / 10:45am

Ultah Parkour Indonesia ke-4 menghasilkan belasan ribu press up dan ratusan kilometer quadrupedal

Hari minggu 17 Juli 2011 kemarin merupakan hari yang bersejarah buat keluarga besar komunitas Parkour Indonesia. Karena pada hari tersebut Parkour Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-4.

Untuk merayakan hari jadinya, Parkour Indonesia mengadakan Jamming serempak pada hari yang sama, yaitu tanggal 17 Juli 2011 lalu dan dilaksanakan di masing-masing cabang perwakilan Parkour Indonesia, mulai dari kota besar sampai kota terkecil di pulau Jawa juga turut melakukan Jamming bersama.

Yang menarik dari Jamming tersebut adanya, tugas yang harus dilakukan masing-masing peserta jamming tersebut. Masing-masing peserta harus melakukan tugas utama. Diantaranya adalah melakukan press up (push up) masing-masing orang 44 kali dan melakukan quadrupedal movement masing-masing orang 400 meter. Jumlah per orangan tersebut digabung menjadi satu dan dijumlahkan per kota. Otomatis, kota-kota yang memiliki praktisi jamming terbanyak mendapatkan jumlah press up dan quadrupedal terbanyak.

Adapun jumlah Press Up dan Quadrupedal dari masing-masing kota yang berpatisipasi bisa dilihat di bawah ini:

Jumlah Press Up

Press Up Parkour Bandung                 : 3.960

Press Up Parkour Jakarta                   : 3.835

Press Up Parkour Makassar                : 1.716

Press Up Parkour Bengkulu                 : 1.320

Press Up Parkour Palu                       : 1.320

Press Up Parkour Bali                        : 1.144

Press Up Parkour Banjarmasin             : 1.100

Press Up Parkour Jogja                      : 1.012

Press Up Parkour Cimahi                    :    880

Press Up Parkour Malang                   :    660

Press Up Parkour Bogor                     :    660

Press Up Parkour Pasuruan                 :    440

Press Up Parkour Kandangan              :    440

Press Up Parkour Tangerang              :    352

Press Up Parkour Sukabumi                :    308

Press Up Parkour Samarinda               :    220

Jumlah Total                                   : 19.367

Jumlah Quadrupedal

Quadrupedal Parkour Jakarta             : 33.500m (33,5 Km)

Quadrupedal Parkour Bandung           : 32.000m (32 Km)

Quadrupedal Parkour Makasar            : 15.200m (15,2 Km)

Quadrupedal Parkour Palu                 : 12.000m (12 Km)

Quadrupedal Parkour Bengkulu           : 12.000m (12 Km)

Quadrupedal Parkour Banjarmasin       : 10.000m (10 Km)

Quadrupedal Parkour Jogja                :   9.200m (9,2 Km)

Quadrupedal Parkour Pasuruan           :   8.000m (8 Km)

Quadrupedal Parkour Cimahi               :   8.000m (8 Km)

Quadrupedal Parkour Bogor                :   6.000m (6 Km)

Quadrupedal Parkour Tangerang         :   3.200m (3,2 Km)
 

Quadrupedal Parkour Sukabumi           :   2.800m (2,8 Km)

Quadrupedal Parkour Samarinda          :   1.600m (1,6 Km)

Jumlah Todal                                   :  153,500m (153,5 Km)

Kenapa Press Up dan Quadrupedalyang diperbanyak? Press up atau Push Up adalah conditioning sederhana dan umum yang tidak hanya dilakukan di parkour saja. Di olahraga atau kegiatan fisik lainnya juga akrab dengan conditioning seperti ini. Parkour identik dengan pergerakan fisik seluruh tubuh. Press up ada latihan fisik upper body yang bias dilakukan siapapun. Latihan rutin per hartinya akan menambah stregh dan power untuk tubuh bagian atas sehingga bisa digunakan untuk melakukan gerakan parkour. Sedangkan Quadrupedal Movement (gerakan empat tumpuan) berfungsi untuk mengkoordinasi seluruh tubuh, mulai dari tangan, bahu, punggung, paha, kaki. Gerakannya memang terlihat seperti merangkak, tapi funbgsinya sangat besar untuk menunjang tubuh anda dalam melakukan parkour.

Untuk itulah, demi mendidik para praktisi Parkour Indonesia untuk melatih fisik dan staminanya, conditioning press up dan quadrupedal akan sering dilakukan, baik itu saat latihan biasa maupun latihan jamming serempak seperti hari ini.

Mudah-mudahan di hari ultah yang keempat ini, Parkour Indonesia memiliki para praktisi dengan jiwa dan raga yang sehat, kuat, gesit sehingga kekuatan dan dan kegesiutannya bisa berguna untuk menolong diri sendiri dan menolong orang lain pada umumnya, sesuai dengan motto klasik parkour “etre fort pour etre utile” dan “etre et durer”.

Berikutr Ini ada beberapa foto keluarga besar Parkour Indonesia yang melaksanakan Jamming Ultah 4.

Parkour Samarinda

Parkour Sukabumi

Parkour Tangerang

Parkour Pasuruan

Parkour Malang

Parkour Tarakan

Parkour Cimahi

Parkour Bali

Parkour Jogja

Parkour Cirebon

Parkour Banjarmasin

Parkour Bengkulu

Parkour Palembang

Parkour Palu

Parkour Makasar

Parkour Jakarta

Parkour Bandung

Terima kasih buat yang sudah berpartisipasi. Parkour Indonesia bukan sebuah team atau komunitas. Tapi lebih dari itu. Sebuah Keluarga!

Filed under  //  parkour indonesia  
Jan 10 / 8:40pm

Ika Rahmawati, one of our female practitioners, shared her parkour journey on The Jakarta Globe

At first glance, parkour might seem like the most ridiculous craze since the Pet Rock or Tamagotchi. People running around town leaping over ledges and balancing on benches doesn’t seem like much of a sport. But as it turns out, the French discipline, which has been described as a kind of urban ballet, contains lasting lessons for its practitioners in Jakarta’s concrete jungle. We caught up with  26-year-old die-hard fan Ika to find out why.

How long have you been practicing parkour?

About two years. It all started in July 2008 when I went to see some cool bands at the Ancol Urban Festival.

There were parkour practitioners there performing and that piqued my interest. I started training the next week.

Do you practice at Krida Loka Park in Senayan every Sunday?

Every Sunday we hold classes here and train newcomers to the sport.

But me and some friends, the other parkour practitioners, also come after work around 7.30 p.m. on Tuesdays and Thursdays.

But most of the time I practice parkour in my bedroom.

Where else do you guys practice?

We also use the swimming pool compound at Gelora Bung Karno, behind the swimming club. They have stairs and higher levels there. A few days ago, some of us went to Kota Tua to practice there.

How far can you jump?

My farthest jump was across a gap that was something like 1.4 meters.

Are there a lot of traceuses (female parkour practitioners) in Jakarta?

There are some who just come occasionally or are curious and give it a try, but there aren’t many traceuses who are really committed to parkour and come to practice regularly. Maybe there are only five of us in the city.

So it’s safe to say you’re one of the die-hard traceuses?

I’m really passionate about parkour. It’s like a religion to me. It’s a part of my life and I’m committed to it.

What kind of life lessons have you taken away?

Determination and patience. You don’t overcome an obstacle just to show off or look cool in front of people.

Overcoming something helps you learn more about yourself; your abilities as an athlete, how far you can push yourself and the way you communicate with yourself. To be good, it takes months — even years.

At first I tried to show off, so I got bruised up and sprained my ankle before I really learned about how far I could push myself and what my body was capable of.

Have you ever gone to work using parkour?

Yeah. I have tried to run and jump all the way home after work — from Grogol to Slipi, which is around four kilometers — a few times, but the pollution here in the city makes it impossible.

The best place for parkour is here at Gelora Bung Karno. No one will stare at you like a weirdo when you’re practicing here.

How else has the sport affected your life?

I lost eight kilograms in two years without even dieting.

I still eat whatever I want. I don’t want to miss out on good food.

Parkour also positively affects my social and office life.

It gives me the confidence I need to interact with other people.

I talk with people at the training and, well, it’s hard to describe, but parkour lessons can be implemented in daily life too. Parkour teaches a lot about life.

Do you think you’ll be practicing parkour for years to come?

I don’t know. I want to do it as long as I’m strong enough to do it, even after I have kids.

I’ll probably introduce parkour to my children as well.

Now the problem is to find a guy who can actually accept me and my hobby, parkour.

They think female traceuses are boyish. But that’s just not true [laughs].